Thursday, March 24, 2011

...::AKU ANAK TANI::...


Usia semuda lima tahun

Berlarian di batas-batas bendang

Dalam lumpur ikan sepat berlenggok perlahan

Ku cuba hingga sepat ditangan...

Rumpun-rumpun padi dituai

Serunai ku tiup, tangkai padi indah irama

Walaupun pincang tiupanku ..namun indah terasa

Anak tani tak akan jadi anak kota

Namun langkah meneroka alam, di pekan

Belajar kasih meminjam pengetahuan

Hingga keciwa merangkak ke jiwa

Tiba jua anak kota sementara

Pulang bertani ...merempuh lumpur

Menuai padi...gentar jiwa impian terindah

Terasa musnah..ku bak sujud diperdu padi...

Mendalam melayang harian ku...

Disinikah aku berakhir sedangkan aku anak seni

Pengembara yang mimpi berhijrah..

Dia merestui...merantau jauh

Tersalut berbagai cerita, rintihan keluhan rasa

Hingga ku di simbah kasih abadi

Kandungan Sembilan bulan setiapnya

Yang punyai hati tak aku tukar ganti

Namun penggilan anak desa ..mendayu-dayu

Ku terharu ...tak ngerti dimana ingin Engkau letak aku

Ku mohon padamu..

Biar lah tanah itu ada pemandangan lambaian pepohon padi

Jua biar lah aku disapa ombak membasuh kerinduan dipantai

Dan doaku lagi biar lah kehijauan dingin gunung

Rimba hutan membungkus segala hadiah impian..

Kini tertara nikmat mu ...aku disana

Tersalut kasih saudara jua dapat ku renung

Indah saujana memandang...

Bersimpuh aku di pantai ..tika senja menyapa

Berdoa kesyukuran solat ku untuk mu dimega terbenam bersama..

Bersama alunan ombak menderu

Tak akan aku berganjak ..hadiah mu teristimewa...

Namun dapat kah sawah didesa jelapang padi mencuri hatiku..

Kembali berlari lagi dibata-batas ...

Mencari sepat, ikan di sawah...tak ku nafikan ..

Kau saja yang maha mengetahui

Dimanakah bumi seterusnya ku pijak...

Kan ku bungkus harianku dimana jua Engkau meletak telapak kaki ini..

Ku kan terus bersyukur...

Anak tani pasti jiwa desa ...kemana ceruk rantau

Lengkok rumpun padi tetap dirindui

1 comment:

  1. titisan airmata berlinang
    kembali kenangan ..
    tika disini aku bisa
    memotong rimbunan yang menguning
    terasa bagai terulang..
    di danau ku berteduh
    secangkir kopi ku basahi tekak
    berehat sebentar
    melegakan pinggang
    dek membongkok...
    lintah ..pancat..aduhai..
    susunya darahku
    namun kenapa
    masih ku rindu
    sedang ia tiada kenangan terindah

    adakah keemasan lambaian pepohon
    melambai aku pulang
    mengintai petak petak
    batas batas...
    desa dengan nyior
    melenggang dedaunnya...
    aku rindu
    aku ingin didanau itu lagi
    mencecah kaki diselut..
    mencari ikan sepat
    meniup serunai batang padi..
    aku rindu...
    rindu desa yang damai lagi permai...
    sawah yang terbentang luas...
    menguning indah ...

    ingin ku letak pohon padi yang berisi
    ditelapak tanganku..
    merasa kesyukuran
    rezeki pemberian Tuhan...

    tetap terulang terus terulang rindu bendang rumpun padi dan ikan sepat...

    ReplyDelete