Friday, March 25, 2011
Pesanku..
jangan kau cari
biar aku dilereng-lereng ini
aku bisa dengan terik mentari
aku bisa menghidu kehijauan
aku bisa sendirian
terdampar aku dilereng
jangan ada perindu
aku pengembara
menghitung jejak
laluan ku
ungas tak menyapa
serangga tak sudi
kerna aku pengembara
tak bisa ada
sisa juadah
kalau sudah waktuku
biar aku sendiri
mendakap bumi
biar reput
dimamah cacing..
aku rela
jika disini dilereng
aku rela mengulung diri
dibawah payung pepohon
yang memberi rezeki.
Thursday, March 24, 2011
...::AKU ANAK TANI::...
Usia semuda lima tahun
Berlarian di batas-batas bendang
Dalam lumpur ikan sepat berlenggok perlahan
Ku cuba hingga sepat ditangan...
Rumpun-rumpun padi dituai
Serunai ku tiup, tangkai padi indah irama
Walaupun pincang tiupanku ..namun indah terasa
Anak tani tak akan jadi anak kota
Namun langkah meneroka alam, di pekan
Belajar kasih meminjam pengetahuan
Hingga keciwa merangkak ke jiwa
Tiba jua anak kota sementara
Pulang bertani ...merempuh lumpur
Menuai padi...gentar jiwa impian terindah
Terasa musnah..ku bak sujud diperdu padi...
Mendalam melayang harian ku...
Disinikah aku berakhir sedangkan aku anak seni
Pengembara yang mimpi berhijrah..
Dia merestui...merantau jauh
Tersalut berbagai cerita, rintihan keluhan rasa
Hingga ku di simbah kasih abadi
Kandungan Sembilan bulan setiapnya
Yang punyai hati tak aku tukar ganti
Namun penggilan anak desa ..mendayu-dayu
Ku terharu ...tak ngerti dimana ingin Engkau letak aku
Ku mohon padamu..
Biar lah tanah itu ada pemandangan lambaian pepohon padi
Jua biar lah aku disapa ombak membasuh kerinduan dipantai
Dan doaku lagi biar lah kehijauan dingin gunung
Rimba hutan membungkus segala hadiah impian..
Kini tertara nikmat mu ...aku disana
Tersalut kasih saudara jua dapat ku renung
Indah saujana memandang...
Bersimpuh aku di pantai ..tika senja menyapa
Berdoa kesyukuran solat ku untuk mu dimega terbenam bersama..
Bersama alunan ombak menderu
Tak akan aku berganjak ..hadiah mu teristimewa...
Namun dapat kah sawah didesa jelapang padi mencuri hatiku..
Kembali berlari lagi dibata-batas ...
Mencari sepat, ikan di sawah...tak ku nafikan ..
Kau saja yang maha mengetahui
Dimanakah bumi seterusnya ku pijak...
Kan ku bungkus harianku dimana jua Engkau meletak telapak kaki ini..
Ku kan terus bersyukur...
Anak tani pasti jiwa desa ...kemana ceruk rantau
Lengkok rumpun padi tetap dirindui
aku adalah aku
perjalanan ku terusi
cuba menghilang segala rasa duka
...hingga kadang tangis dijiwa
tertara ...wajah muram
terurai mutiara kasih
dek sapaan dia
yang ada tapi tiada..
ku kelam dalam terang
lemas di gurun sahara
sedeh ku tak terubat
ia akan ada
senantiasa ada
bersama mega ku luah rasa...
Andai hatimu dihatiku
Sapaan mu tiada
Kenapa tika aku bicara
Engkau bagai tak sudi
Hingga sepi jiwa
...Membawa diri
Aku bagai pipit yang lara
Sedangkan dirimu enggang yang gagah..
Kenapa tak engkau susuli
Andai hati mu dihatiku...
Kenapa engkau ..Membiarkan aku tanpa teman
Sangkaan aku engkau tak sudi
Sedang kita saling merindui
Adakah kau bahagia kini ..
Adakah resah dulu terubat...
Aku rela mengundur diri
Engkau tetap enggang aku tetap pipit ...
Terbang lah kita di angkasa sesekali melontar renungan
Mungkin ada senyuman
Tapi tak bisa kesampaian
Tuesday, March 22, 2011
Pilihan ku
membelit jiwa ku
jauh diri dari yang menyalak
aku pening
rebah ku tak terkulai
bukan bangga
tapi telatah itu
bangga pada jiwa diri
sedang mereka ada
kita tak sekata
hinakah andai pilihan sendiri
sedang mereka ada tali tarikan
aku berjalan tak untai
hanya talian cinta Nya
menirai
hingga tangis ku bukan luka
tapi cinta ku pada Nya