Usia semuda lima tahun
Berlarian di batas-batas bendang
Dalam lumpur ikan sepat berlenggok perlahan
Ku cuba hingga sepat ditangan...
Rumpun-rumpun padi dituai
Serunai ku tiup, tangkai padi indah irama
Walaupun pincang tiupanku ..namun indah terasa
Anak tani tak akan jadi anak kota
Namun langkah meneroka alam, di pekan
Belajar kasih meminjam pengetahuan
Hingga keciwa merangkak ke jiwa
Tiba jua anak kota sementara
Pulang bertani ...merempuh lumpur
Menuai padi...gentar jiwa impian terindah
Terasa musnah..ku bak sujud diperdu padi...
Mendalam melayang harian ku...
Disinikah aku berakhir sedangkan aku anak seni
Pengembara yang mimpi berhijrah..
Dia merestui...merantau jauh
Tersalut berbagai cerita, rintihan keluhan rasa
Hingga ku di simbah kasih abadi
Kandungan Sembilan bulan setiapnya
Yang punyai hati tak aku tukar ganti
Namun penggilan anak desa ..mendayu-dayu
Ku terharu ...tak ngerti dimana ingin Engkau letak aku
Ku mohon padamu..
Biar lah tanah itu ada pemandangan lambaian pepohon padi
Jua biar lah aku disapa ombak membasuh kerinduan dipantai
Dan doaku lagi biar lah kehijauan dingin gunung
Rimba hutan membungkus segala hadiah impian..
Kini tertara nikmat mu ...aku disana
Tersalut kasih saudara jua dapat ku renung
Indah saujana memandang...
Bersimpuh aku di pantai ..tika senja menyapa
Berdoa kesyukuran solat ku untuk mu dimega terbenam bersama..
Bersama alunan ombak menderu
Tak akan aku berganjak ..hadiah mu teristimewa...
Namun dapat kah sawah didesa jelapang padi mencuri hatiku..
Kembali berlari lagi dibata-batas ...
Mencari sepat, ikan di sawah...tak ku nafikan ..
Kau saja yang maha mengetahui
Dimanakah bumi seterusnya ku pijak...
Kan ku bungkus harianku dimana jua Engkau meletak telapak kaki ini..
Ku kan terus bersyukur...
Anak tani pasti jiwa desa ...kemana ceruk rantau
Lengkok rumpun padi tetap dirindui
titisan airmata berlinang
ReplyDeletekembali kenangan ..
tika disini aku bisa
memotong rimbunan yang menguning
terasa bagai terulang..
di danau ku berteduh
secangkir kopi ku basahi tekak
berehat sebentar
melegakan pinggang
dek membongkok...
lintah ..pancat..aduhai..
susunya darahku
namun kenapa
masih ku rindu
sedang ia tiada kenangan terindah
adakah keemasan lambaian pepohon
melambai aku pulang
mengintai petak petak
batas batas...
desa dengan nyior
melenggang dedaunnya...
aku rindu
aku ingin didanau itu lagi
mencecah kaki diselut..
mencari ikan sepat
meniup serunai batang padi..
aku rindu...
rindu desa yang damai lagi permai...
sawah yang terbentang luas...
menguning indah ...
ingin ku letak pohon padi yang berisi
ditelapak tanganku..
merasa kesyukuran
rezeki pemberian Tuhan...
tetap terulang terus terulang rindu bendang rumpun padi dan ikan sepat...