Monday, December 17, 2012

tersibar darah didinding nan kaku
tika lara mendarat dilubuk hati
tercermin segala bagai tak terdaya
menyuap harapan tetelan tiada
merahmu bagai semangat
mawar jua kekal tiada


merah kan jadi warna bumi
terkulai bagai kering cangkir gersang
dahaga merangkak tekak
melaung setitis namun
awan kelam berarak ke sana
sedang disini masih kelu
lidah tidak menyapa
ternantikah saat itu
atau hanya mimpi yang bisa jadi kenyataan..

No comments:

Post a Comment